Senin, 16 Januari 2012

Proposal Kewirausaahaan Budidaya Ikan

Menjadi seorang pengusaha sangatlah sulit karna membutuhkan banyak perjuangan, pengetahuan dan tentu saja modal, nah modal inilah yang paling sulit kita dapatkan, namun tidak berarti mustahil karena pemerintah telah menyediakan anggaran di setiap kementerian untuk mendukung rakyatnya ing ingin menjadi pengusaha.
Bagi rekan-rekan yang bingung bagaimana cara membuat proposal yang bagus khususnya di bidang kewirausaahaan yang akan diajukan ke kementerian terkait, berikut saya share contoh proposal kewirausaahaan yang dapat saudara-saudara ajukan kepada aparat terkait.


PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN 

PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA IKAN PATIN KOLAM AIR MENGALIR DI KECAMATAN PRINGGARATA 
KABUPATEN LOMBOK TENGAH 
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT


I. PENDAHULUAN 

1.1. Latar Belakang 

Kecamatan pringgarata merupakan salah satu dari 12 Kecamatan yang ada di Kab. Lombok Tengah yang merupakan daerah pengairan tehnis sepanjang tahun, dengan kondisi ini sangat memungkinkan untuk pengembangan budidaya perikanan air tawar baik system budidaya kolam , minapadi, keramba maupun usaha pembenihan atau pembibitan. 
Kecamatan pringgarata memiliki luas wilayah sebesar 52.78 km (5.278 Ha) dengan penggunaan lahan sebagai berikut : tanah sawah 2.559 ha, tanah pekarangan 165 ha, kehun/tegalan 2.254 ha, hutan 100 ha dan lain-lain mencapai 200 ha. Topografi dan keadaan iklim Kecamatan Pringgarata adalah tnemiliki rata-rata curah hujan 2.286 mm/tahun dengan jenis tanah sebagian besar lempung berpasir yang sangat subur sehingga sangat berpotensi untuk lahan pertanian khususnya perikanan. Untuk lebih jelasnya peta Kecamatan Pringgarata dapat dilihat pada lampiran 1. (Program Penyuluhan Perikanan Kecamatan Pringgarata, 2008). 
Kegiatan usaha perikanan di Kecamatan Pringgarata tersebar di tujuh (7) Desa yaitu Desa Pemepek, Desa Sepakek, Desa Murbaya, Desa Pringgarata, Desa Sintung, Desa Bagu, dan Desa Bilehante dimana desa yang paling banyak mengusahakan kegiatan perikanan adalah Desa Pringgarata. Jurnlah Rumah Taugga Perikanan (RTP) yang ada di Kecamatan Pringgarata adalah mmmdi 302 RTP, kolam 359 RTP. keramba 61 RTP, dan UPR 59 RTP sehingga jumlah total keseluruhan RTP adalah 781 RTP. Jumlah penduduk di Kecamatan Pringgarata sebanyak 61.977 iwa yang terdiri dan laki-laki 31..546 iwa dan perempuan 30.431 jiwa. ( Program Penyuluhan Perikanan Kecamatan Pringgarata Tahun 2008 ). 

1.2. Tujuan 
Tujuan yang ingin dicapai dalam Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Patin dalam kolam di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lornbok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah sebagai berikut: 
Mengetahui potensi, masalah dan cara pemecahan masalah dalam usaha pembesaran ikan Patin di Kolam di Kecarnatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 
Merancang program usaha budidaya ikan Patin di kolam air mengalir dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Kecamatan Pringgarata secara optimal. 
Meningkatkan jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) khususnya pembesaran ikan Patin di Kolam Air Mengalir di Kecamatan Pringgarata sebanyak 10% dari jumlah RTP yang ada yaitu 359 RTP menjadi 382 RTP, hal ini dapat dilakukan dengan melihat potensi yang ada 

1.3. Perumusan Masalah 
Dari data yang ada mengenai usaha budidaya ikan system kolam di Kecamatan Pringgarata, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut ; 
Permintaan pasar akan ikan patin untuk konsumsi belum dapat di penuhi karena belum ada yang produksi, masih dalam tahap percobaan di kecamatan pringgarata rendah disebabkan karena : 
RTP yang menusahakan budidaya ikan patin belum banyak. 
Padat tebar rendah 
Pakan yang diberikan belum sesuai dngan anjuran kualitas frekwensi pemberian 
Ukuran bibit yang ditebar 3-5 cm sehingga saat panen belum mencapai ukuran yang diinginkan oleh konsumen. 
Harga produk yang dihasilkan oleh pembudidaya masih belum stabil dan mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan karena penetapan harga jual lebih didominasi oleh pedagang pengumpul (perantara) karena pembudidaya memiliki kecendrungan untuk menjual produk dilokasi usaha dan menunggu konsumen / pembeli. 
Waktu pemeliharaan kurang tepat, banyak yang terkena banjir. 
Dengan potensi alam yang dimiliki khususnya kolam sangat berpotensi untuk berkembang biak baru sedikit yang dimanfaatkan.



Jangan Lupa Baca Yang Ini Juga!!!:

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Harnadi Hajri, S.pd | Bloggerized by Wahana corp - Indonesia | LPPM Wahana Education