Sunday, 26 February 2012

Ngakak Lagi Yuuk...


Berhitung

Guru : Berapakah 5 ditambah 4 ?
Mr. Bean : 9
Guru : Berapakah 4 ditambah 5 ?
Mr. Bean : Ah, Bapak mau menipu saya ya, Bapak kan hanya membalik
angkanya, jawabannya adalah 6 !!

Video Porno Maya
Akhirnya Maya nggak tahan lagi mendengar cerita-cerita " seru" teman- teman ceweknya. Hari itu ia memutuskan menyewa video porno untuk pertama kalinya. Dengan menahan malu, ia masuk ke sebuah rental dan secepat kilat memilih sebuah film yang menurutnya mempunyai judul paling merangsang. Sesampai di rumah Maya buru-buru masuk kamar, mengunci pintu, meredupkan lampu kamar, dan kemudian menghidupkan VCD playernya. Ditunggu semenit, dua menit, lima menit, dua puluh menit, eh filmnya nggak main-main. Yang muncul cuma warna biru statis. Sambil marah-marah Maya menelpon rental, "Hey, aku tadi nyewa film begituan di sini, tapi gambarnya kok nggak muncul-muncul, ya? Yang nongol cuman warna biru statis!"
Penjaga rental menjawab, "Aduh, maaf Mbak. Memang kadang-kadang film kami agak-agak rusak karena sering dipinjam. Ngomong-ngomong judulnya apa, Mbak?"
"Judulnya Head Cleaner," jawab Maya mantap.

Ayah Baru
Dua orang gadis sedang duduk di kantin sebuah SMA. "Coba tebak
!" kata salah satunya, "Ibu saya akan menikah lagi, dan saya
akan mendapat ayah baru." " Benarkah ?" tanya yang seorang
lagi. "Ibu akan menikah dengan siapa ?" "Slamet Wijaya, sutradara terkenal itu," jawab gadis pertama. Gadis kedua tersenyum, "Oh, kamu akan sangat menyukai ayah barumu."
"Darimana kamu tahu ?" tanya gadis pertama. "Karena dia adalah ayah saya tahun lalu, " gadis kedua menjawab.

AIDS
Sepasang kekasih Oom dan Iik sedang dilanda gelora asmara. Mereka bergumul di atas tempat tidur ketika tiba-tiba si oom bertanya, " Hai sebentar, kamu tidak kena AIDS kan?"
"Tidak," jawab Iik.
"Syukurlah. Aku tidak mau tertular untuk yang kedua kalinya."
Kamar MandiSuatu hari ada seorang anak laki- laki dan perempuan yang masih balita sedang mandi bersama.
Tiba-tiba anak perempuan itu melihat bagian bawah tubuh anak laki-laki
tersebut.
"Boleh di pegang tidak ?"
"Tentu saja tidak ? punyamu sudah kamu patahkan sih !"

Kamar Pak Yakub
Seorang kakek memasuki sebuah apartemen. Di pintu masuk ia bertemu seorang anak. "Nak,apakah engkau tahu kamar dimana Pak Yakub tinggal?" tanya
sang kakek kepada anak tersebut.
Dengan ramah anak itu menjawab, " O, tahu Kek! Mari saya antarkan."
Anak itu pun mengajak kakek itu naik tangga menuju lantai 10 dan membawanya ke depan kamar pak Yakub. "Ini Kek...kamar apartemen Pak Yakub." Dengan napas yang masih tersengal-sengal sang kakek mengetuk pintu
berkali-kali tetapi tidak ada jawaban.
"Nak,sepertinya Pak Yakub tidak di rumah."
"Betul Kek, Pak Yakub sedang berada di lantai satu menunggu tamunya."

Suka Pesawat
Seorang gadis muda nan seksi pergi ke pesta. Ia mengenakan gaun panjang dengan belahan pada bagian dada yang rendah. Sebagai aksesoris, ia juga mengenakan kalung emas dengan liontin berbentuk pesawat. Dan sepanjang malam itu, ia memperhatikan bahwa ada seorang pria muda yang terus menatapnya.
Dalam rasa malunya, ia mengangkat liontin pesawatnya itu dan berkata,
"Hei, kamu suka dengan pesawat saya ini ya?"
Pria muda itu tersenyum penuh misteri. "Tidak, Nona. Saya hanya mengagumi landasan pacunya"
Mencuri Sepeda
Seorang pemuda diajukan ke depan pengadilan atas tuduhan mencuri sepeda
milik seorang gadis remaja.
"Saya sama sekali tidak mencurinya, Pak Hakim," kata si pemuda membela
diri. "Dia yang memberikan sepeda itu kepada saya. Ketika itu pulang sekolah,
dia meminta saya agar memboncengkannya dengan sepedanya. Saya dudukkan dia di stang. Lalu dalam perjalanan, di suatu semak belukar, dia menyuruh saya berhenti. Dibukanya baju dan celananya. Lalu katanya, saya boleh mengambil miliknya yang paling berharga. Pak Hakim, lalu saya berpikir, bajunya memang berharga, tapi itu baju wanita dan tak ada gunanya bagi saya. Jeans-nya juga terlalu kecil bagi saya. Karena itu, yah, apa boleh buat terpaksa saya mengambil sepedanya."

Politikus

Sebuah bis penuh dengan para politikus, keluar dari jalan dan menabrak sebuah pohon besar di ladang petani tua. Pada hari itu juga petani tua pemilik ladang menggali sebuah lubang dan mengubur semua mayat politikus-politikus itu.


Keesokan harinya polisi menyelidiki dan bertanya kepada petani tua itu,


"Apakah mereka memang semua sudah mati?"


Petani tua itu menjawab, " Begini, beberapa dari mereka memang berkata,


bahwa mereka belum mati. Tapi Anda tahu sendirikan, sampai dimana sih


kejujuran politikus itu?"




Politikus Lagi

Suatu hari di salah satu ruangan di gedung MPR/DPR. Seorang anggota dewan yang baru diangkat, tampak masih canggung, lugu dan serba kikuk. Rupanya dia wakil dari daerah dan belum pernah bekerja atau punya ruangan yang megah. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya. Setelah dibuka, berdiri dihadapannya 2 orang dengan kopor besar dan segulungan kabel. "Wah..., ini pasti wartawan TV- RCTI mau mewawancarai


aku...", pikirnya dalam hati. Agar tampak berwibawa dan membela rakyat, sambil melihat jam dan mengangkat telepon dia berkata : "Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk melaporkan hasil- hasil sidang hari ini..."


Kemudian selama beberapa puluh menit dia menelpon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi, sambil sekali-sekali menyebut-nyebut 'demi rakyat' atau


'kepentingan rakyat' keras-keras. Setelah selesai sambil meletakan gagang telepon dia berkata pada dua orang tamunya tsb.


"Nah, sekarang wawancara bisa kita mulai...".


Kedua orang itu tampak bingung dan berpandangan satu sama lain.


Akhirnya salah satunya berkata: "Maaf pak..., kami datang kesini mau


memasang saluran telepon bapak..."




Anak Pertama

Seorang suami berbicara dengan panik di telepon, "Istri saya kayaknya


sudah


mau melahirkan, nih. Kontraksinya setiap dua menit sekali! Gimana


nih?!!"


"Apakah ini anak pertamanya?" tanya dokter di ujung telepon.


"Dokter guoblokkkk!" teriak si suami "Ini suaminya!"




Anjing Pintar

Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing


mereka. Keduanya saling menyombongkan kepintaran piaraan mereka itu.


Perempuan 1: " Anjing gua hebat banget, deh. Tiap pagi


ia nungguin tukang koran, dan begitu loper itu datang,


anjing gua langsung ngambil korannya


dan membawanya ke tempat gua sarapan."


Perempuan 2: " Ya, gua tahu itu."


Perempuan 1 (kaget): "Darimana lu tahu?"


Perempuan 2 : " Anjing gua yang cerita."




Teman Berburu

Dua orang laki-laki dari Jakarta sedang berburu badak


di hutan Ujung Kulon.


Tiba-tiba salah seorang di antara mereka jatuh


terjerembab. Kayaknya orang itu nggak bernapas lagi.


Bola matanya putih semua.


Melihat itu, salah seorang lagi panik bukan main. Ia


mengambil HPnya dan menelpon rumah sakit terdekat.


"Mbak, tolong, teman saya meninggal. Apa


yang harus saya lakukan?" tanyanya.


Dengan suara lembut, operator UGD di ujung telepon


berusaha menenangkan,


"Tenang, Pak. Tarik napas. Saya akan bantu.


Pertama-tama Bapak pastikan


dulu apakah teman Bapak benar-benar meninggal..."


Sunyi sejenak... Kemudian terdengar suara tembakan.


Suara lelaki itu muncul lagi di ujung telepon. "Sudah, Mbak. Sekarang


saya harus ngapain?"




Jenderal Sudirman

Pertanyaan: Siapa nama kecil Jendral Sudirman??


Jawaban : Sudirboy




Profesional Muda

Seorang profesional muda sedang membuka pintu mobil BMW-nya ketika


tiba-tiba sebuah mobil berkecepatan tinggi lewat dan menabrak pintu


mobil itu hingga copot.


Profesional muda itu mengumpat habis- habisan dan meratapi mobil mewahnya


yang rusak tanpa pintu.


"Pak Polisi, lihat apa yang dilakukan orang gila tadi terhadap mobilku!"


katanya histeris kepada polisi yang tiba di tempat kejadian.


"Kalian kaum berdasi benar-benar materialistis, kalian membuatku muak!"


kata pak polisi.


"Kamu begitu khawatir pada BMW-mu, apakah kamu nggak sadari kalau


tanganmu juga hilang sebelah?!"


Jangan Lupa Baca Yang Ini Juga!!!:

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Harnadi Hajri, S.pd | Bloggerized by Wahana corp - Indonesia | LPPM Wahana Education